Sejarah

1018

OVERVIEW DINAS PEKERJAAN UMUM

KABUPATEN SRAGEN

Pemerintah Kabupaten Sragen selalu berusaha menjadi fasilitator sekaligus motor pembangunan dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Pembangunan tersebut dilakukan secara komprehensif baik fisik maupun non-fisik. Pembangunan fisik yang dilakukan di Kabupaten Sragen menjadi tanggungjawab Dinas Pekerjaan Umum.
Pembangunan fisik yang menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum meliputi :
·   Peningkatan kualitas dan kuantitasfasilitas umum, seperti sarana transportasi, Jaringan Irigasi, pendidikan, kesehatan, permukiman, perkantoran, olah raga dan sosial
·      Pemenuhan jaringan infrastruktur, seperti jaringan jalan, drainase, Irigasi, dan sanitasi
Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sragen dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya dibagi dalam empat bidang dan sekretariat, yaitu:
1.      Sekretariat
2.      Bidang Bina Marga
5.      Bidang Tata Ruang
Keempat bidang dan sekretariat tersebut memiliki tugas dan fungsi masing-masing serta bekerja sama dalam mewujudkan Visi Dinas Pekerjaan Umum, yaitu “ DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN SRAGEN TERDEPAN DALAM INOVASI PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR”.
Untuk mengupayakan terwujudnya Visi dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sragen, maka sejumlah Misi yang harus dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum beserta seluruh masyarakat yaitu :
1.  Mewujudkan masyarakat yang mandiri melalui pembangunan Cipta Karya, Bina Marga, Pengairan, Pertambangan dan Energi dan Perencanaan Teknik dan Pengaturan Tata Ruang yang ekonomis berdaya guna dan berhasil guna.
2. Peran Dinas Pekerjaan Umum sebagai pusat data dan informasi pelaksanaan pembangunan, peningkatan operasi dan pemeliharaan prasarana dan peningkatan  serta pemeliharaan jalan dan jembatan, pengairan, lingkungan dan permukiman.
Peningkatan kemampuan dan peran serta masyarakat secara aktif dalam pengelolaan prasarana  pengairan, kualitas  pengawasan seluruh proses penyelenggaraan jalan dan jembatan, penataan lingkungan dan permukiman.


BIDANG BINA MARGA

A.    GAMBARAN UMUM
Kabupaten Sragen terletak di 110º45’-111º10’ BT dan 7º15’-7º30’ LS dengan luas wilayah 941,55 Km² dan di sebelah utara berbatasan langsung dengan Kabupaten Grobogan, sebelah selatan Kabupaten Karanganyar, sebelah barat Kabupaten Boyolali dan sebelah timur Kabupaten Ngawi (Provinsi Jawa Timur).
Untuk menjaga dan meningkatkan koordinasi antar daerah, peningkatan / pemeliharaan jalan dan jembatan sangat penting. Peningkatan / pemeliharaan jalan dan jembatan memiliki nilai ekonomi dan sosial yang tinggi. Dengan kondisi jalan dan jembatan yang baik diharapkan dapat meningkatkan perekonomi di Kabupaten Sragen, memperlancar arus lalu lintas dan meningkatkan stabilitas antar provinsi.
Peningkatan / pemeliharaan yang dilakukan mencakup seluruh wilayah di Kabupaten Sragen, mulai dari jalan kabupaten, jalan antar kecamatan dan jalan perdesaan. Dengan meratanya peningkatan / pemeliharaan jalan dan jembatan di seluruh wilayah diharapkan keterisolasian beberapa daerah dapat diminimalisasi dan pada akhirnya dapat dihilangkan.

B.     TUGAS POKOK DAN FUNGSI
1.        Menyusun rencana teknik dan program di bidang Bina Marga sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas.
2.        Menginventarisasi dan mengelola kerusakan jalan dan jembatan sesuai dengan peraturan yang berlaku ;
3.        Menyusun rencana program penanganan pekerjaan jalan dan jembatan baik yang berupa pembangunan, peningkatan maupun pemeliharaan setiap tahun anggaran sesuai dengan aturan dan petunjuk yang berlaku ;
4.        Melaporkan secara periodik mengenai fungsi, kondisi dan manfaat jalan dan jembatan ;
5.        Memantau kondisi jalan dan jembatan untuk disusun dalam daftar skala prioritas penanganan;
6.        Mengkoordinir pemimpin kegiatan yang ada di lingkungan Bina Marga dalam pengawasan dan pengendalian terhadap kegiatan yang sedang dilaksanakan.

C.    KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN
Transportasi darat di Indonesia masih bertumpu pada transportasi jalan (Road base transportation) sehingga peranan kondisi jalan menjadi sangat penting. Pada dasarnya pembangunan sistem transportasi yang dilaksanakan oleh pemerintah bertujuan untuk mewujudkan pelayanan jalan yang handal dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Sasaran Pemerintah Sragen dalam peningkatan/pemeliharaan jalan adalah terciptanya jalan hotmix di semua ruas jalan dalam kota serta peningkatan / pemeliharaan ruas jalan kabupaten dan perdesaan.
Hingga tahun 2010 Pemerintah Kabupaten Sragen telah melaksanakan beberapa program kegiatan antara lain:
1.        Terwujudnya jalan lintas kecamatan berhotmix
2.        Terwujudnya peningkatan jalan poros desa
3.        Peningkatan swadaya masyarakat di bidang infrastruktur (bantuan aspal & semen)
4.        Terwujudnya jalan perkotaan yang mantap ( hotmix )
5.        Melaksanakan pemeliharaan jalan & jembatan secara rutin dan menerus
6.        Melaksanakan inovasi teknologi dalam peningkatan / pemeliharaan jalan
7.        Penanaman dan pemeliharaan turus jalan

Kondisi jalan kabupaten di Sragen sudah relatif baik, jalan dengan kondisi baik mengalami peningkatan dari tahun ke tahun sedangkan jalan dengan kondisi  sedang dan rusak mengalami penurunan tiap tahunnya.  Apabila dilihat dari jenis lapis perkerasannya, jalan hotmix dan beton mengalami peningkatan dari tahun ke tahun sedangkan lapen dan batuan terus mengalami penurunan.
Program lain yang telah dilaksanakan yaitu pembangunan lima jembatan besar yang melintas sungai Bengawan Solo yang bertujuan untuk membuka keterisolasian wilayah Utara dan wilayah Selatan. Lima jembatan tersebut adalah Jembatan Gawan (2001), Jembatan Gantung Kliwonan (2002), Jembatan Sari (2003), Jembatan Jenar (2006), Jembatan Sidodadi (2007 untuk bangunan bawah).

D.    INOVASI
1. Perkuatan Perkerasan Jalan Aspal Dengan Geogrid
Geosintetik bekerja sebagai bagian dari sistem bitumen, dengan tujuan :
  • Menghambat penyebaran retak pada overlay
  • Lekatan (adhesi) yang lebih baik antara overlay dengan lapis perkerasan yang sudah ada
  • Mencegah air masuk ke lapis perkerasan
  • Menambah kuat tarik (reinforcement

2. Perkerasaan Jalan Konstruksi Beton Dengan Polimer
Penambahan polimer dapat meningkatkan kinerja beton serta dapat bersinergi dengan semen dan unsur-unsur lain yang dikandung agregat membentuk komposit baru berupa beton berkinerja tinggi.
Keunggulan:
  • Mudah pelaksanaan
  • Hemat semen
  • Cepat keras
  • Tanpa rawatan basah
  • Kedap air & tahan korosi
  • Tahan abrasi & agresi kimia

3.  Perkerasaan Jalan Menggunakan Geotekstil
Geotekstil pada jalan berfungsi sebagai lapis perkuatan sekaligus sebagai lapis pemisah (separator) antara material timbunan dengan tanah dasar sehingga konstruksi jalan menjadi stabil, tidak bergelombang dan rata pada permukaannya.
Keuntungan menggunakan geotekstil:
  • Mencegah kontaminasi agregat subbase dan base oleh tanah dasar lunak dan mendistribusikan beban lalulintas yang efektif melalui lapisan-lapisan timbunan.
  • Meniadakan kehilangan agregat timbunan ke dalam tanah dasar yang lunak dan memperkecil biaya dan kebutuhan tambahan ‘lapisan agregat terbuang’.
  • Mengurangi tebal galian stripping dan meminimalkan pekerjaan persiapan.
  • Meningkatkan ketahanan agregat timbunan terhadap keruntuhan setempat pada lokasi beban dengan memperkuat tanah  timbunan.
  • Mengurangi penurunan dan deformasi yang tidak merata serta deformasi dari struktur jadi.

E.     PENINGKATAN SDM
  1. Tutorial komputer yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komputer tiap personil Bina Marga yang kemudian secara berkala di tes dan diberi pembekalan supaya lebih optimal.
  2. Tes dan pembekalan bagi pengawas sehingga kemampuan pengawas dapat meningkat.
  3. Tutorial mengenai hal-hal teknis ke-Bina Marga-an.
  4. Presentasi secara berkala tentang hal-hal teknis termasuk inovasi teknologi bidang Kebinamargaan
  5. Setiap minggu masing-masing personil harus membuat action plan untuk bahan evaluasi guna peningkatan kinerja.
  6. Mengirim personil untuk mengikuti diklat ke-Bina Marga-an.
 
BIDANG SUMBER DAYA AIR
Gambaran Umum Pengelolaan Sumber Daya Air  :
Wilayah Kabupaten Sragen mempunyai tugas pelayanan kepada masyarakat bidang pengairan pertambangan dan energi
Total pelayanan seluas : 33.628 Ha terdiri dari :
-       Irigasi Teknis seluas  : 23.158 Ha
-       Irigasi 1/2 teknis seluas : 1.742 Ha.
-       Irigasi sederhana 8.728 Ha
Irigasi teknis terdiri dari  :
1.         Layanan irigasi dari Daerah Irigasi Colo Timur  9.717 ha
2.        Layanan irigasi diluar Daerah Irigasi Colo 13.441 ha
Daerah layanan DI Colo Timur dengan luas areal rencana ± 11.000 ha dengan debit air irigasi sebesar 8.50 m3/dt. Prasarana bangunan irigasi sebagai pendukung pelayanan berupa Saluran Induk Colo Timur di wilayah Sragen sepanjang 26 km, terdiri dari 21 km saluran tanah dan 5 km saluran pasangan batu. Bangunan air yang tersebar sepanjang Saluran Induk Colo Timur (SICT) disajikan dalam tabel. Kondisi SICT umumnya masih baik, namun terdapat beberapa kerusakan berupa : longsoran tanggul, erosi tanggul saluran pada inlet dan outlet pada bangunan siphon.
Suplesi air SICT sejak tahun 1995 menurun akibat sedimentasi pada dasar mulut pintu pengambilan Waduk Wonogiri dari kondisi normal +127.00 menjadi +130.00 dan pada tahun 2003 telah terjadi defisit kwantitas tampungan air waduk Wonogiri sebesar + 160 juta m3. Penurunan daya tampung waduk berdampak pada pasokan air pada Saluran Induk Colo Timur, dari debit sebesar 18 m3/dt menjadi 12 m3/dt.
Daftar Jenis dan Bangunan di SICT :
A.  Jenis dan Jumlah Bangunan SICT di Wilayah Kabupaten Sragen
No.
Nama / Jenis
Kode
Jumlah




1
Bangunan Sadap
TOR
26
2
Bangunan Pengatur
CKR
17
3
Jembatan
BRR
39
4
Gorong-gorong
CVR
8
5
Pembuang Silang
CDR
76
6
Tempat Cuci
WSR
18
7
Tempat Mandi Hewan
BAR
14
8
Pelimpah
SWR
10
9
Penguras
WWR
6
10
Siphon
SPR
22
11
Drain Inlet
DIR
7
12
Alat Ukur
MDR
1

Jumlah

224

B. Jenis dan jumlah bangunan di luar DI. Colo Timur .
1.   Bangunan waduk                     :            7      buah
2.   Bangunan Embung                  :          39      buah
3.   Bangunan Bendung                 :          76      buah
4.   Bangunan Pengatur Kali         :            6      buah
4.   Bangunan Bagi                        :        130      buah
5.   Bangunan Ukur                        :          62      buah
6.   Bn. Bagi – Sadap                   :          27      buah
7.   Bangunan Sadap                    :        834      buah
8.   Kantong Lumpur                      :          10      buah
9.   Talang                                       :       

Create Account



Log In Your Account